Kamis, 04 Februari 2016

Lebaran Usai, Jalur Penghubung Utara-selatan Masih Macet

Lebaran Usai, Jalur Penghubung Utara-selatan Masih Macet - Kali ini Tabloid Mobil akan mengulas artikel Mobil terbaru berjudul Lebaran Usai, Jalur Penghubung Utara-selatan Masih Macet yang dikutip dari Otosia.com. Jika anda ingin mengetahui lebih detail mengenai artikel Lebaran Usai, Jalur Penghubung Utara-selatan Masih Macet, anda bisa menyimak artikel kami tentang JUDUL dibawah ini.
Lebaran Usai, Jalur Penghubung Utara-selatan Masih Macet

Amblesnya Jembatan Comal di Pemalang Jawa Tengah yang terjadi sejak bulan puasa lalu, hingga kini masih terasa di jalur penghubung utara-selatan antara Kabupaten Brebes-Banyumas. Akibatnya, waktu tempuh berlipat beberapa jam karena terjadi kepadatan kendaraan di beberapa titik.

Seorang pengendara mobil pribadi, Rohman (29) mengaku waktu tempuh antara Cirebon menuju Banyumas saat ini menjadi lebih lama. Jika biasanya jarak tempuh antara dua kota tersebut hanya sekitar 3-4 jam, kini harus ditempuh sekitar 6 jam. "Kemarin Sabtu, saya berangkat dari Cirebon jam 20.00 WIB sampai Purwokerto jam 02.00 WIB," ujarnya, Senin (11/8).

Dia mengaku saat akan menuju arah ke Purwokerto, arus kendaraannya harus beralih melintasi jalur alternatif untuk menghindari kemacetan panjang di daerah Bumiayu hingga Ajibarang. "Saya juga bingung, karena di sepanjang jalur alternatif juga tidak begitu terlihat adanya penunjuk arah," ucapnya.

Tak hanya pengendara pribadi, pengusaha angkutan penumpang dan barang serta dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Banyumas mendesak pemerintah untuk mencari solusi kemacetan yang terjadi di jalur penghubung utara-selatan.

"Kami mendesak Pemprov Jateng untuk mencari solusi mengatasi kemacetan jalan jalur tengah tersebut, karena pengusaha, baik pengusaha angkutan, penumpang, maupun barang dan masyarakat sudah banyak yang dirugikan akibat kemacetan jalur tersebut yang terjadi tiap hari," kata Sekretaris Organda Kabupaten Banyumas Heru Permana.

Dampak kemacetan itu, jelasnya, membuat distribusi sembako, BBM, dan angkutan penumpang alami keterlambatan hingga diatas delapan jam tiap hari. Kemacetan di jalur penghubung tersebut, kata Heru, terjadi lantaran jalur yang dilalui sempit, berkelok dan merupakan jalan kelas tiga yang peruntukannya bukan untuk kendaraan diatas 10 ton.

"Para sopir dan pemilik kendaraan berat diatas 10 ton, sudah menyadari jalan tersebut, bukan jalan untuk peruntukanya. Tetapi karena jalan itu merupakan jalan satu satunya yang bisa dilewati, terpaksa harus melewati jalan tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan dan kepolisian mengaku kewalahan mengurai kemacetan yang terjadi akibat adanya papasan kendaraan bertonase berat di sejumlah tiitik.

"Kendaraan berat yang berpapasan di tikungan langsung mengunci, tidak bisa bergerak akibat jalan sempit, dan parahnya kedua kendaraan tersebut sebelumnya tidak mau mengalah," kata Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo Kabupaten Banyumas, Agus Sriyono.

Untuk mengurai kemacetan tersebut diperlukan petugas yang banyak untuk melakukan patroli dan menempatkan petugas disejumlah titik tikungan, untuk melakukan pengaturan lalu lintas

Sekian berita Mobil terbaru dari kami mengenai Lebaran Usai, Jalur Penghubung Utara-selatan Masih Macet. Harapan kami artikel seputar Mobil yang berjudul Lebaran Usai, Jalur Penghubung Utara-selatan Masih Macet ini bisa bermanfaat untuk anda. Jangan lupa terus kunjungi Tabloid Mobil untuk mendapatkan berita seputar Mobil setiap harinya.